Kaos Polo Shirt di Jogja

KAOS POLO SHIRT DI JOGJA

Memiliki kaos bagi anak muda adalah suatu keharusan, apalagi jika mereka masih berada pada masa puber dan masa berkembang. Memiliki kaos adalah suatu yang wajib. Selain dalam pergaulan, menggunakan kaos juga sering digunakan oleh orang yang telah dewasa. Kaos sering kali dipergunakan dalam situasi santai atau situasi yang membutuhkan fleksibilitas dan kenyamanan bergerak. Bahkan bagi sebagian kaos merupakan bagian yang tidak terpisahkan karena sifatnya yang fleksibel dan biasanya tidak panas di kulit. Bagi anda yang suka menggunakan kaos kadang pasti kebingungan ketika akan pergi ke acara yang sedikit formal yang akan memalukan jika anda menggunakan kaos oblong favorit anda. oleh karena itu anda mungkin bisa mencoba mengenakan kaos polo shirt di Jogja. Kaos polo shirt adalah sebuah kaos yang di rancang untuk dikenakan pada situasi dan keadaan yang santai tapi sedikit formal. Jika anda suka menggunakan kaos tapi anda sungkan jika berada pada acara yang sedikit serius anda bisa mencoba menggunakan kaos polo shirt.

kaos polo shirt di Jogja sebenarnya sama saja dengan kaos polo shirt di daerah lain. Kaos polo shirt sering kali disebut kaos kerah, dan di Indonesia sering juga disebut dengan kaos wangky. Kaos polo shit sebetulnya bermula dari seorang pemain tenis professional yang bernama Rene Lacoste. Rene Lacoste pada awalnya merasakan bahwa pakaian tenis yang sering kali dikenakan oleh pemain tenis kurang nyaman untuk dikenakan. Hal itu memang benar mengingat pakaian tenis pada zaman itu sering kali dibuat ketat dan kurang berpori sehingga akan panas jika dikenakan. Oleh karena itu sanga pemain tenis handal itu mencoba menbuat inovasi sebuah pakaian tenis yang memiliki lengan pendek dan memiliki pori pori sehingga lebih nyaman digunakan ketika bermain di lapangan tenis. Pakaian ini memiliki bentuk yang sama dengan pakaian polo shirt pada zaman sekarang hanya memiliki sebuah ekor bernama ekor tenis. Kemudian pakaian inovasi dari Rene Lacoste ini diproduksi secara masal berkat kerjasamanya dengan seorang pedagang pakaian ketika ia pensiun dari bermain tenis. Bersama dengan pedagang pakaian itu Rene Lacoste membuat sebuah label bernama Chemise Lacoste yang memiliki logo buaya yang khas pada dada kirinya. Logo buaya adalah sebuah cerminan dari Rene Lacoste sendiri yang memiliki tipe permaian yang ganas seperti buaya dan dijuluki “the Aligator” atau “Sang Buaya”

Kaos polo shirt di Jogja juga berkiblat pada baju merk Chemise Lacoste yaitu memiliki bentuk yang sama kecuali ekornya serta memiliki bahan berpori yang mirip. Bahan ini sering kali disebut jersey petite pique. Selain itu kaos polo juga sering kali dibuat dengan bahan Cotton Combed.